Juknis Kompetisi
Petunjuk Teknis Mata Lomba
Detail peraturan, kriteria penilaian, dan tata tertib spesifik untuk 7 cabang lomba pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SMP.
Ngadongéng
Ketentuan Pelaksanaan:
- Konsep yang digunakan dalam pasanggiri ngadongéng adalah "dongeng sebagai teater tutur".
- Peserta menggunakan pakaian adat, pakaian tradisional Jawa Barat, atau menyesuaikan dengan materi dongeng yang dibawakan.
- Peserta dibebaskan memilih judul dongeng berdasarkan hasil musyawarah, dan materi harus memperhatikan konvensi cerita dongeng, bukan cerita pendek, kisah sehari-hari, atau anekdot.
- Untuk jenjang SMP, materi yang diambil adalah jenis dongeng sasakala atau dongeng lain selain jenis fabel.
- Peserta boleh membawa properti sederhana, namun properti tidak menjadi unsur yang dinilai kecuali mendukung harmonisasi penampilan.
- Jika terdapat bagian yang harus dinyanyikan dalam dongeng, peserta harus menyanyikannya dan hal itu menjadi bagian penilaian.
- Durasi ngadongéng adalah 5-7 menit. Dewan juri berhak menghentikan penampilan jika melebihi durasi.
Aspek Penilaian:
| Aspek | Indikator | Bobot |
|---|---|---|
| Aspek Bahasa | Pilihan kata, gaya bahasa, kepaduan alur cerita, intonasi (lentong), dan pelafalan. | 40% |
| Pemahaman Isi | Penghayatan cerita dongeng dan improvisasi. | 35% |
| Penampilan (Ekspresi) | Mimik, gestur, gaya bercerita, teknik vokal, dan harmonisasi keseluruhan aspek. | 25% |
Biantara
Ketentuan Pelaksanaan:
- Peserta menggunakan pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa Barat.
- Peserta berdiri di tempat yang telah disediakan panitia dan tidak meniru/mencontoh gaya pildacil.
- Setiap peserta menyerahkan naskah biantara sebanyak empat rangkap (satu untuk panitia, tiga untuk dewan juri). Naskah tidak mencantumkan nama dan asal sekolah/daerah, cukup nomor peserta.
- Pilihan Tema SMP: 1. Impian jeung Cita-Cita, 2. Mimitran (Duduluran), 3. Hormat Tilawat ka Indung Bapa, 4. Ngajaga Lingkungan, 5. Pentingna Olahraga, 6. Etika Ngagunakeun Teknologi Informatika, 7. Hormat tilawat ka Guru.
- Diperbolehkan membawa properti sederhana yang dinilai hanya jika mendukung harmonisasi. Jika ada nyanyian, harus dinyanyikan dan dinilai.
- Durasi pasanggiri biantara bagi peserta SMP adalah 5-7 menit.
Aspek Penilaian:
| Aspek | Bobot |
|---|---|
| Aspek Bahasa Pilihan kata, gaya bahasa, tata krama bahasa (undak-usuk basa), intonasi, dan pelafalan. | 30% |
| Pemahaman Isi Kesesuaian tema, substansi isi, aktualitas ide, keaslian gagasan, penguasaan isi, dan organisasi penyampaian. | 30% |
| Penampilan (Ekspresi) Penghayatan emosi, mimik, dinamika dan teknik vokal (artikulasi), serta harmonisasi. | 40% |
Maca Sajak
Ketentuan Pelaksanaan:
- Peserta menggunakan pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa Barat.
- Peserta tidak diperkenankan menggunakan perlengkapan/aksesoris atau properti apa pun kecuali naskah/teks sajak.
- Penampilan peserta tidak diperkenankan diiringi oleh musik.
- Peserta harus menyebutkan dengan jelas judul sajak yang dibaca serta nama pengarangnya.
- Peserta wajib membacakan satu sajak wajib yang disediakan panitia dari daftar berikut: 1. Lemah Cai Kuring (Apip Mustopa), 2. Tutuwuhan (Rachmat M. Sas Karana), 3. Katiga (Yayat Hendayana), 4. Japati (Inda Nugraha Hidayat), 5. Langlayangan (Yoseph Iskandar).
- Peserta hanya mendapatkan satu kesempatan tampil.
Aspek Penilaian:
Tafsir
25%
Pemahaman isi sajak.
Vokal
25%
Artikulasi, dinamika, dan tempo.
Penghayatan
25%
Ketepatan struktur emosi.
Penampilan
25%
Penguasaan panggung dan kesatuan mimik (gestur).
Nembang Pupuh
Ketentuan Pelaksanaan:
- Tembang yang dilombakan merupakan tembang rancag buhun dengan lagu tandak (panambih) menggunakan versi Mang Koko.
- Peserta membawakan lagu rancag dan lagu tandak sebagaimana yang dicontohkan pada arkuh.
- Rumpaka (lirik) lagu menggunakan rumpaka sebagaimana yang dicontohkan pada arkuh lagu.
- Peserta memilih satu tembang dari daftar pupuh jenjang SMP: Gurisa (Salendro), Pucung (Salendro), Gambuh (Pelog), Durma (Pelog), Pangkur (Salendro), Dangdanggula (Pelog surupan Sorog), Sinom (Madenda), dan Ladrang (Salendro).
- Pakaian peserta menggunakan pakaian tradisional Sunda yang tidak mengganggu penampilan.
- Pamirig (pengiring) dan waditra (alat musik) disediakan oleh panitia, dengan surupan sesuai dengan arkuh (52).
Aspek Penilaian:
-
1. Vokal: Artikulasi, teknik nembang, dan pedotan.40%
-
2. Penghayatan: Penjiwaan isi rumpaka, penjiwaan musikalitas, dan improvisasi.35%
-
3. Penampilan: Mimik dan gerak (gestur), penguasaan panggung, serta koreografi.25%
Aksara Sunda
Ketentuan Pelaksanaan:
- Durasi pengerjaan: Menulis aksara Sunda selama 20 menit, sedangkan membaca aksara Sunda selama 2 menit.
- Bentuk aksara yang dijadikan acuan adalah Aksara Sunda Standar Unicode versi tahun 2013.
- Materi lomba ditentukan oleh panitia pada saat pelaksanaan.
- Materi membaca menggunakan media manual berupa cetakan (print out). Panitia menggunakan penanda waktu (stopwatch).
- Menulis aksara dilakukan pada kertas polos putih bercap panitia, dengan alat tulis berupa spidol dari panitia yang bentuknya standar dan tidak boleh dimodifikasi.
Aspek Penilaian:
Membaca
50%
Ketepatan membaca, kecepatan, serta intonasi dan ekspresi.
Menulis
50%
Ketepatan bentuk, tipografi (kerapian/keseimbangan), dan efektivitas penggunaan rarangkén.
Ngarang Carpon
Ketentuan Pelaksanaan:
- Tema ditentukan saat lomba berupa stimulasi visual (pilihan gambar).
- Karya adalah fiksi hasil pengolahan imajinasi, bukan catatan harian, serta tidak mengandung unsur plagiarisme, SARA, dan pornografi.
- Ditulis sesuai kaidah ejaan bahasa Sunda, memanfaatkan kekayaan bahasa seperti kecap panganteb, panganteur, dan bituna rasa secara proporsional.
- Ditulis langsung pada aplikasi menggunakan perangkat digital (laptop/ponsel) milik peserta. Uji coba perangkat akan dilakukan sebelum lomba.
- Tidak ada ketentuan jenis huruf dan spasi.
- Durasi maksimal penulisan adalah tiga jam.
Aspek Penilaian:
-
1. Teks dan Bahasa: Proporsi huruf, keterbacaan, penggunaan ejaan, kosakata, struktur bahasa, serta panjang karangan.30%
-
2. Isi: Kesesuaian tema, orisinalitas, pengembangan gagasan, dan pemenuhan unsur intrinsik cerpen.70%
Ngabodor Sorangan
Ketentuan Pelaksanaan:
- Peserta adalah siswa jenjang SMP yang ditunjuk (mewakili) sekolah/daerah.
- Materi borangan bukan semata dongeng lucu, tetapi cerita kelucuan tentang kejadian viral, dengan tema bebas namun tanpa unsur SARA, pornografi, dan ledekan (moyok/ngékéak).
- Karya yang dibawakan harus orisinal dan baru (bisa ciptaan pihak lain/guru).
- Pakaian disesuaikan materi dengan memperhatikan kesopanan.
- Peserta dilarang merias wajah untuk mengubah karakter (misalnya menjadi kakek/nenek) karena kelucuan harus berpusat pada rangkaian kalimat.
- Tidak diperbolehkan membawa alat peraga, kecuali alat musik yang dimainkan sendiri.
- Durasi berkisar 4-6 menit. Juri berhak menghentikan jika melebihi batas waktu.
Aspek Penilaian:
| Aspek | Indikator | Bobot |
|---|---|---|
| Bahasa | Menggunakan bahasa Sunda yang baik dan benar. | 35% |
| Materi | Lucu, tanpa SARA/pornografi/ledekan, sesuai durasi, dan karya orisinal. | 35% |
| Penampilan | Artikulasi (lentong), gerak tubuh (rigig), dan gerak wajah (pasemon). | 30% |